Senin, 19 Agustus 2013

Keutamaan Membaca Surat Al Mulk


Dari sekian surah yang terdapat dalam alqur’an, entah kenapa saya senang sekali dengan surah al-mulk. Semakin saya baca, semakin saya tertarik. Karena penasaran akhirnya saya mencoba unuk mencari tahu lebih jauh tentang surah ini, dan inilah yang saya peroleh dari situs Muslim.Or.Id dan doa-doapelindungdiri.blogspot.com/ 2012/10 /keutamaan-surah-al-mulk.html?m=1 

Surah Al Mulk adalah surah ke 67 dalam Al-Qur’an. Surah ini tergolong surah ‘makkiyah’ yang terdiri daripada 30 ayat. Dinamakan Al Mulk kerana kata Al Mulk yang terdapat pada ayat pertama surah ini. yang berarti ‘Kerajaan’. Surat ini disebut juga dengan ‘At Tabaarak’ yang berarti Maha Suci.

Secara umumnya, surah ini banyak mengisahkan tentang kekuasaan Allah terhadap makhluk ciptaan- Nya. Ini jelas digambarkan daripada tajuk surah ini, al-Mulk, yang bermaksud ‘kerajaan’. Pada awal surah, ayat ini diceritakan kesempurnaan ciptaan alam ini, yang tidak ada cacat-celanya. Allah telah menciptakan alam ini daripada awal yang tiada apa-apa kepada yang ada dan seterusnya menjaga alam ini dengan penuh kesempurnaan. Allah berkuasa menciptakan dan mematikan sesuatu menurut kehendak-Nya. Taat dan Takut pada Allah Di Kesunyian Dalam surat Al Mulk ayat 12.

Surah Al Mulk adalah surah keamanan dan keselamatan, karena ia akan menjadi penyelamat dan pendinding dari seksa kubur kepada pembacanya. Surah Mulk hendaklah dibaca secara istiqamah dengan menjadikan membacanya amalan kehidupan seharian. Ulama berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak akan tidur sebelum membaca surah As Sajadah dan surah Al Mulk.”.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}. وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة »

“Satu surat dalam al-Qur’an (yang terdiri dari) tiga puluh ayat (pada hari kiamat) akan memberi syafa’at (dengan izin Allah Ta’ala) bagi orang yang selalu membacanya (dengan merenungkan artinya) sehingga Allah mengampuni (dosa-dosa)nya, (yaitu surat al-Mulk): “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Dalam riwayat lain: “…sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca surat ini secara kontinyu[2], karena ini merupakan sebab untuk mendapatkan syafa’at dengan izin Allah Ta’ala.

Hadits ini semakna dengan hadits lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu surat dalam al-Qur’an yang hanya (terdiri dari) tiga puluh ayat akan membela orang yang selalu membacanya (di hadapan Allah Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan”[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

- Keutamaan dalam hadits ini diperuntukkan bagi orang yang selalu membaca surat al-Mulk dengan secara kontinyu disertai dengan merenungkan kandungannya dan menghayati artinya[4].
- Surat ini termasuk surat-surat al-Qur’an yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur di malam hari, karena agungnya kandungan maknanya[5].
- Sebagian dari ulama ahli tafsir menamakan surat ini dengan penjaga/pelindung dan penyelamat (dari azab kubur)[6], akan tetapi penamaan ini disebutkan dalam hadits yang lemah[7].
- Al-Qur’an akan memberikan syafa’at (dengan izin Allah) bagi orang yang membacanya (dengan menghayati artinya) dan mengamalkan isinya[8], sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya bacaan al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia)”[9].
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Semoga bermafaat ^^

[1] HR Abu Dawud (no. 1400), at-Tirmidzi (no. 2891), Ibnu Majah (no. 3786), Ahmad (2/299) dan al-Hakim (no. 2075 dan 3838), dinyatakan shahih oleh imam al-Hakim dan disepakati oleh imam adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.
[2] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (2/453).
[3] HR ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul ausath” (no. 3654) dan “al-Mu’jamush shagiir” (no. 490), dinyatakan shahih oleh al-Haitsami dan Ibnu hajar (dinukil dalam kitab “Faidhul Qadiir” 4/115) dan dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani dalam “Shahiihul jaami’ish shagiir” (no. 3644).
[4] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (4/115).
[5] HR at-Tirmidzi (no. 2892) dan Ahmad (3/340), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dalam “ash-Shahiihah” (no. 585).
[6] Lihat kitab “Tafsir al-Qurthubi” (18/205).
[7] Lihat kitab “Dha’iifut targiibi wat tarhiib” (no. 887).
[8] Lihat kitab “Bahjatun naazhiriin” (2/240).
[9] HSR Muslim (no. 804).

Sabtu, 17 Agustus 2013

Membunuh anak karena takut miskin




Anda pasti pernah membaca berita seperti ini di Koran atau melihat beritanya di televisi.
Inilah potret kehidupan. Betapa uang memperbudak roda kehidupan kita di dunia.
Jangan sampai  kita lupa pada janji Allah,
“Jangan kamu bunuh  anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan anak-anakmu”. (Q.S Al-An’am : 151)

Semoga bermafaat ^^


Menjilbabkan Hati




Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya, ia tak mau berjilbab. M enutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab “Insya Allah yang penting hati dulu yang berjilbab”.
Hingga suatu malam, ia bermimpi sedang berada di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya dapat terlihat. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.
Ia tak sendiri. ada beberapa wanita disana yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih seakan-akan memacarkan cahaya yang sangat lembut.
“Assalamu’alaikum saudariku..”
“Wa’alaikum salam, selamat datang saudariku”.
“Terimakasih, apakah ini surga?”.
Wanita itu tersenyum,,
“Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga”.
“Benarkah? Tak bisa ku bayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini”.
Wanita itu tersenyum lagi,,
“Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?”
“Aku selalu menjaga waktu sholatku dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah”.
“Alhamdulillah”.
Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka, dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.
“Ayo, kita ikuti mereka”.
“Apa di balik pintu itu?” Katanya sambil mengikuti wanita itu.
“Tentu saja surga saudariku”. Larinya semakin cepat
“Tunggu, tunggu aku..”
Dia berlari namun tetap tertinggal. Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum kepadanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak..
“Amalan apa yang telah engkau lakukan hingga engkau begitu ringan?”
“Sama dengan engkau saudariku”.  Jawab wanita itu sambil tersenyum.
Wanita itu telah mencapai pintu, sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu.
“Amalan apa lagi yang kau lakukan yang tidak ku lakukan?”
Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata,
“Apakah kau tak memperhatikan dirimu? Apa yang membedakanmu denganku ?”
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.
“Apakah kau mengira Rabb mu akan mengijinkanmu masuk ke surga-Nya tanpa jilbab menutup auratmu?”
Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata,
“Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati”.
Ia tertegun.
Ia terbangun lalu beristighfar. Ia menangis dan menyesali perkataannya dulu. Ia berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Semoga kita selalu menjadi orang-orang  yang mendapat hidayah dan ampunan dari-Nya. Aaamiiin…

Semoga bermanfaat ^^

My World

Apakah arti dunia buat anda ?
Apakah yang terlintas adalah gedung-gedung tinggi ?
Apakah yang terlintas harta dan kemewahan ?
Apakah yang terlintas khalayak ramai yang wara-wiri di pinggir jalan ?

Untuk ku,
Tidak....

Dunia untuk ku adalah sesuatu yang membuatku merasa bahagia,
Bukan barang mahal ataupun gedung mewah,,

Untuk ku dunia adalah Keluarga ku,
Ya,,
Tempat dimana kita tumbuh besar,,
Tempat dimana kita melewati tiap detik, dan tiap moment,
Tempat kita bahagia, sedih, marah, kecewa, haru, semuanya pertama kali kita rasakan disini.

Ibuku bukan seorang perawat profesional,, tapi setiap aku sakit, dengan sentuhan tangannyalah aku merasa selalu lebih sehat.

Ayahku bukan seorang saudagar kaya yang selalu memanjakanku dengan uang setiap hari,,
Tapi dialah orang yang selalu menciumku setiap kali aku marah,
Ya, memang benar, usiaku sudah 21 tahun sekarang tapi ayah masih selalu menciumku.
Kenapa ? apa Ayahmu menciummu terakhir kali di kelas 6 SD ? atau kelas 3 SD?
Ayahku masih sering mencium pipiku hingga sekarang.

Adikku bukan orang yang lucu dan menggemaskan,
Dia malah sering membuatku marah dan kesal,
Tapi rumah terasa kurang lengkap jika dia sedang tak ada.

Kami tinggal dirumah yang amat sederhana, tapi itu cukup untuk ku.

Jika kalian menanyakan tentang duniaku,
Here it is,
Proudly present to You,
My Family,




Merekalah yang membuat dunia menjadi berarti untuk ku ^^